Indonesia kerap disebut sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Namun, di tangan sosok Aulia Rahma (31), predikat memalukan tersebut justru diubah menjadi peluang bisnis bernilai triliunan rupiah. Melalui perusahaannya EcoFuel Nusantara, Aulia berhasil mengkomersialkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif atau pyrolysis oil yang bahkan telah diuji coba sebagai campuran avtur untuk pesawat komersial.
Berlatar belakang pendidikan Teknik Kimia UGM, Aulia memulai proyek percontohan ini di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, pada 2024. Kini, di tahun 2026, pabriknya mampu memproses 120 ton sampah plastik per hari menjadi sekitar 80.000 liter minyak sintetis.<h3>Teknologi Pirolisis yang Disempurnakan</h3>
Aulia berhasil memecahkan masalah klasik yang selama ini menghantui industri daur ulang: efisiensi energi. Ia mengembangkan reaktor pirolisis generasi ketiga yang dilengkapi dengan sistem catalytic cracking. Teknologi ini memungkinkan pemecahan rantai polimer plastik pada suhu lebih rendah sehingga konsumsi listrik pabrik turun drastis hingga 50%.
Inovasi ini membuat harga minyak produksi EcoFuel lebih murah 20% dibandingkan harga minyak tanah konvensional. Menyadur data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2026, tingkat daur ulang sampah plastik nasional baru mencapai 12%. Potensi bisnis yang dirambah Aulia masih sangat terbuka lebar.<h3>Kemitraan Strategis dengan Industri Penerbangan</h3>
Kesuksesan terbesar Aulia adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan maskapai penerbangan nasional untuk proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF). Meskipun persentase campurannya masih kecil (sekitar 3%), langkah ini menandai era baru energi penerbangan yang lebih ramah lingkungan.
“Saya tidak mau bisnis ini hanya berhenti di wacana lingkungan. Saya ingin membuktikan bahwa sirkular ekonomi itu bankable dan menguntungkan. Di 2026, investor tidak akan tertarik dengan bisnis yang hanya bercerita soal kerusakan alam, mereka butuh profit yang pasti,” ujar Aulia dengan tegas.
Melalui model bisnis public-private partnership, Aulia menggandeng pemerintah kota untuk pemasokan bahan baku sampah yang telah dipilah. Kisah Aulia membuktikan bahwa inovasi pengusaha muda tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan solusi nyata untuk memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
